Nebula Next 01 Dreame, Supercar Dua Booster Jadi Cuan Baru Dreame membuat kejutan besar di dunia otomotif setelah memperkenalkan Nebula NEXT 01 JET Edition, sebuah konsep supercar listrik yang dilengkapi sistem pendorong roket ganda. Mobil ini langsung ramai dibicarakan karena datang dari perusahaan yang selama ini lebih dikenal melalui perangkat rumah tangga pintar, robot vacuum, alat kebersihan, dan produk perawatan personal.
Sebutan “supercar dengan dua jet pesawat” memang cepat menyebar karena bentuk teknologinya terdengar ekstrem. Namun, rilis Dreame menyebut sistem tersebut sebagai custom built dual solid fuel rocket booster system, bukan mesin jet pesawat konvensional. Sistem itu diklaim mampu merespons dalam 150 milidetik, menghasilkan dorongan puncak 100 kN, dan membawa mobil berakselerasi 0 sampai 100 kilometer per jam dalam 0,9 detik.
Dreame Masuk Otomotif dengan Cara yang Tidak Biasa
Dreame tidak memilih jalur biasa saat memperkenalkan ambisi otomotifnya. Saat banyak perusahaan teknologi masuk pasar mobil listrik lewat SUV keluarga, sedan pintar, atau city car, Dreame justru memamerkan supercar dengan sistem roket.
Dari Robot Vacuum ke Supercar Listrik
Dreame Technology berdiri pada 2017 dan dikenal sebagai merek teknologi dengan portofolio perangkat rumah pintar, perangkat kebersihan, produk personal care, serta sistem motor digital berkecepatan tinggi. Dalam rilis resminya, Dreame menyebut pengembangan kendaraan pintar berakar dari pengalaman teknis lebih dari satu dekade, termasuk riset terkait kendaraan otonom sejak masa awal program SkyAxis di Tsinghua University.
Langkah ini membuat Dreame masuk ke kelompok perusahaan teknologi yang ingin membawa keahlian elektronik, sensor, motor listrik, dan kecerdasan buatan ke industri otomotif. Bedanya, Dreame memakai pintu masuk yang sangat mencolok. Nebula NEXT 01 JET Edition bukan hanya alat transportasi, tetapi juga etalase teknologi untuk menunjukkan bahwa merek tersebut ingin dilihat sebagai pemain serius di kendaraan pintar.
Peluncuran di San Francisco Jadi Sinyal Global
Nebula NEXT 01 JET Edition diperkenalkan dalam acara DREAME NEXT di San Francisco pada 27 April 2026. Dreame menyebut kendaraan ini sebagai bagian dari segmen Drive Next, sekaligus memperkenalkan DHX1 sebagai unit LiDAR pertama yang dikembangkan dalam program Nebula Next bersama para mitra.
Pemilihan San Francisco menarik karena kota ini lekat dengan perusahaan teknologi, riset kendaraan otonom, dan pasar modal global. Dreame tampaknya tidak hanya ingin menarik perhatian pecinta otomotif, tetapi juga investor, mitra teknologi, dan publik yang mengikuti perkembangan kendaraan listrik pintar.
Dua Booster Roket yang Bikin Publik Terkejut
Bagian paling ramai dari Nebula NEXT 01 JET Edition adalah sistem pendorong roket ganda. Klaim akselerasi 0 sampai 100 kilometer per jam dalam 0,9 detik membuat mobil ini langsung masuk pembicaraan ekstrem di kelas supercar listrik.
Bukan Mesin Jet Biasa
Istilah “jet” pada nama JET Edition dapat membuat banyak orang membayangkan mesin pesawat. Namun, informasi resmi Dreame menyebut sistemnya sebagai dua booster roket berbahan bakar padat. Sistem tersebut diklaim menghasilkan dorongan puncak 100 kN dan bekerja dengan respons 150 milidetik.
CarNewsChina juga menulis bahwa sistem pendorong ini menjadi percobaan Dreame untuk membawa teknologi kelas aerospace ke penggunaan sipil. Menurut laporan tersebut, Dreame menyebut sistem tersebut dikendalikan secara elektronik untuk menyeimbangkan performa tinggi dan keselamatan.
Klaim 0,9 Detik yang Membuat Industri Bertanya
Akselerasi 0 sampai 100 kilometer per jam dalam 0,9 detik adalah angka yang sangat ekstrem. CnEVPost mencatat klaim tersebut jauh melampaui batas cengkeraman ban mobil saat ini. Karena itu, banyak pihak membaca Nebula NEXT 01 JET Edition sebagai mobil konsep yang lebih menekankan pamer teknologi daripada produk jalan raya yang siap dipakai harian.
Road and Track juga menyebut mobil ini aman disebut sebagai konsep untuk saat ini. Media tersebut mencatat spesifikasi rinci masih terbatas, meski Dreame sudah menyampaikan klaim booster roket ganda, respons 150 milidetik, dan dorongan 100 kN.
Supercar Ini Bukan Sekadar Mengejar Kecepatan
Meski bagian roket paling menarik perhatian, Dreame juga menampilkan sejumlah teknologi lain. Perusahaan ingin Nebula NEXT 01 JET Edition dibaca sebagai kendaraan pintar, bukan hanya mobil kencang.
LiDAR DHX1 untuk Sistem Mengemudi Cerdas
Bersamaan dengan mobil tersebut, Dreame memperkenalkan DHX1, unit LiDAR pertama dalam program Nebula Next. Dalam rilisnya, Dreame menyebut DHX1 dirancang untuk membawa persepsi LiDAR dari level point cloud menuju penginderaan gambar resolusi sangat tinggi. Sistem itu disebut mampu membaca detail jalan seperti lubang, batu kecil, rambu, dan gerakan pejalan kaki secara lebih halus.
CarNewsChina menulis DHX1 memiliki 4.320 line dengan kemampuan warna 4K penuh, jarak deteksi maksimum 600 meter, dan kemampuan mengenali target kecil dalam jarak ratusan meter. Angka tersebut masih perlu diuji secara independen bila kendaraan ingin masuk tahap produksi, tetapi jelas dipakai Dreame untuk menunjukkan ambisi pada sistem kendaraan pintar.
Platform Otonom Ikut Dipamerkan
Dreame juga memperkenalkan platform autonomous driving berbasis arsitektur VLA generasi ketiga dan World Model. Rilis resminya menyebut ada solusi L2++ untuk navigasi perkotaan dari tempat parkir ke tempat parkir, serta solusi L3+ yang memakai platform komputasi kelas tinggi untuk mengemudi tanpa awak.
Bagian ini memperlihatkan bahwa Dreame ingin masuk ke bisnis kendaraan sebagai ekosistem teknologi. Mobil tidak hanya menjadi bodi, baterai, dan motor, tetapi juga perangkat lunak, sensor, komputasi, dan integrasi dengan produk pintar lain.
Baterai Solid State Jadi Bagian Penting
Selain sistem roket, Dreame juga membawa klaim teknologi baterai. Hal ini penting karena supercar listrik tidak cukup hanya memiliki performa tinggi. Daya jelajah, keamanan baterai, dan kepadatan energi ikut menentukan nilai produk.
Kepadatan Energi Lebih dari 450 Wh per Kg
CarNewsChina melaporkan Nebula NEXT 01 JET Edition menggunakan baterai solid state berbasis sulfida dengan kepadatan energi lebih dari 450 Wh per kg. Dreame disebut menyatakan teknologi tersebut sedang dalam tahap persiapan produksi massal, dengan jarak tempuh CLTC lebih dari 550 kilometer.
CnEVPost juga mencatat Dreame memamerkan baterai solid state 60Ah berkapasitas tinggi, dengan kepadatan energi sel lebih dari 450 Wh per kg. Dalam laporan itu, baterai disebut telah masuk tahap persiapan produksi massal dan lulus sejumlah pengujian keselamatan laboratorium.
Klaim Besar yang Perlu Pembuktian
Baterai solid state masih menjadi salah satu teknologi yang paling banyak dikejar industri kendaraan listrik. Jika klaim Dreame benar benar masuk tahap produksi, perusahaan itu dapat memperoleh posisi menarik. Namun, produksi massal baterai solid state bukan pekerjaan mudah karena menyangkut stabilitas, biaya, pasokan bahan, kualitas sel, serta keselamatan saat dipakai pada kendaraan performa tinggi.
Karena itu, klaim Dreame akan menjadi perhatian bukan hanya bagi penggemar supercar, tetapi juga pelaku industri baterai. Angka besar di panggung peluncuran harus dibuktikan melalui pengujian, sertifikasi, dan performa nyata di jalan.
Nebula Next 01 dan Cuan Baru Dreame
Masuknya Dreame ke supercar listrik dapat dibaca sebagai langkah bisnis yang cerdik. Perusahaan tidak hanya menjual mobil, tetapi juga menjual citra teknologi tinggi yang dapat menaikkan nilai merek.
Supercar sebagai Etalase Teknologi
Supercar konsep sering dipakai perusahaan untuk menunjukkan kemampuan teknik. Mobil seperti Nebula NEXT 01 JET Edition mungkin belum menjadi produk massal dalam waktu dekat, tetapi ia bisa menjadi alat promosi yang sangat kuat. Orang yang sebelumnya mengenal Dreame sebagai merek robot vacuum kini mulai membicarakannya sebagai perusahaan teknologi otomotif.
Citra ini dapat memberi nilai komersial pada banyak lini produk. Produk rumah tangga pintar Dreame bisa ikut mendapat sorotan karena publik melihat perusahaan tersebut memiliki kemampuan motor, sensor, algoritma, dan desain yang lebih luas.
Masuk ke Pasar Bernilai Tinggi
Industri kendaraan listrik performa tinggi memiliki nilai transaksi besar. Konsumen di segmen ini tidak hanya membeli alat transportasi, tetapi juga membeli status, teknologi, dan pengalaman. Jika Dreame berhasil mengubah konsep menjadi produk terbatas, margin yang diperoleh bisa sangat besar.
CnEVPost melaporkan Dreame menargetkan produksi supercar pada 2027. Perusahaan juga sebelumnya mengumumkan kerja sama dengan BNP Paribas dan rencana membangun pabrik otomotif di pinggiran Berlin, Jerman.
Tabel Spesifikasi dan Klaim Nebula NEXT 01 JET Edition
Data berikut merangkum klaim utama yang sudah dipublikasikan Dreame dan sejumlah media otomotif. Sebagian masih perlu pembuktian lanjutan saat mobil masuk tahap uji produksi.
| Komponen | Klaim atau Keterangan |
|---|---|
| Nama model | Dreame Nebula NEXT 01 JET Edition |
| Jenis kendaraan | Konsep supercar listrik |
| Sistem pendorong tambahan | Dual solid fuel rocket booster |
| Akselerasi | 0 sampai 100 kilometer per jam dalam 0,9 detik |
| Dorongan puncak | 100 kN |
| Respons booster | 150 milidetik |
| LiDAR | DHX1, diklaim 4.320 line dan warna 4K penuh |
| Baterai | Solid state berbasis sulfida |
| Kepadatan energi baterai | Lebih dari 450 Wh per kg |
| Jarak tempuh klaim | Lebih dari 550 kilometer CLTC |
| Target produksi | Disebut mulai 2027 |
| Lokasi peluncuran | San Francisco, Amerika Serikat |
Tantangan Besar di Balik Klaim Ekstrem
Teknologi yang terdengar luar biasa selalu membawa pertanyaan besar. Nebula NEXT 01 JET Edition perlu menjawab banyak hal sebelum publik percaya bahwa mobil ini bisa benar benar berjalan di jalan raya.
Keselamatan Booster Roket
Sistem roket berbahan bakar padat pada mobil sipil bukan fitur biasa. Electrek menyoroti bahwa booster semacam itu menimbulkan pertanyaan teknis, termasuk cara pengisian ulang, emisi saat booster aktif, dan sifat pendorong roket padat yang berbeda dari motor listrik biasa. Media tersebut juga menulis bahwa banyak detail dari Dreame belum dijelaskan secara terang.
Pertanyaan lain muncul soal regulasi. Mobil jalan raya harus lolos standar keselamatan, emisi, kebisingan, perlindungan pejalan kaki, serta aturan penggunaan di ruang publik. Sistem pendorong roket kemungkinan akan menghadapi pemeriksaan sangat ketat sebelum dapat digunakan di luar lintasan tertutup.
Ban dan Cengkeraman Jalan
Akselerasi 0,9 detik menimbulkan pertanyaan soal kemampuan ban. CnEVPost menulis klaim akselerasi itu jauh melampaui batas grip ban saat ini. Artinya, untuk mencapai angka tersebut, mobil bukan hanya membutuhkan tenaga besar, tetapi juga pengaturan gaya dorong, ban khusus, permukaan lintasan ideal, dan sistem kontrol yang sangat presisi.
Jika mobil hanya bisa mencapai angka itu pada lintasan khusus, maka nilai pemakaiannya di jalan umum menjadi berbeda. Konsumen supercar memang menyukai performa ekstrem, tetapi penggunaan harian tetap menuntut kenyamanan, keamanan, dan keandalan.
Mengapa Perusahaan Non Otomotif Berani Masuk Mobil?
Dreame bukan satu satunya perusahaan teknologi yang bergerak ke otomotif. Banyak perusahaan elektronik dan perangkat pintar melihat kendaraan listrik sebagai pasar besar berikutnya.
Mobil Listrik Makin Mirip Perangkat Pintar
Mobil listrik modern tidak hanya dinilai dari mesin atau transmisi. Nilainya kini banyak ditentukan oleh baterai, motor listrik, sensor, perangkat lunak, konektivitas, layar kabin, asisten suara, dan sistem mengemudi cerdas. Bidang bidang ini dekat dengan keahlian perusahaan teknologi.
Dreame sudah memiliki pengalaman pada motor digital berkecepatan tinggi, algoritma, robotika, dan perangkat rumah pintar. Dalam rilisnya, perusahaan menyebut teknologi inti tersebut diterapkan ke berbagai produk dalam ekosistemnya, termasuk powertrain otomotif dan sistem persepsi gerak.
Xiaomi Menjadi Pembanding yang Sering Disebut
Perusahaan teknologi China lain seperti Xiaomi sudah lebih dulu membuktikan bahwa merek non otomotif dapat masuk pasar mobil listrik dengan perhatian besar. Hal ini membuat langkah Dreame tidak bisa langsung dianggap mustahil, meski klaim Nebula NEXT 01 JET Edition terdengar sangat berani.
Electrek juga mencatat bahwa industri EV China bergerak sangat cepat dan perusahaan non otomotif bisa muncul dengan eksekusi agresif. Namun, media tersebut tetap menulis bahwa banyak klaim Dreame masih terasa sulit dipercaya sebelum ada bukti lebih lengkap.
Peluang Bisnis dari Mobil yang Belum Dijual
Meski belum menjadi produk yang bisa dibeli bebas, Nebula NEXT 01 JET Edition sudah menghasilkan perhatian. Dalam bisnis modern, perhatian publik dapat berubah menjadi nilai.
Menaikkan Nilai Merek
Dreame selama ini bersaing di pasar perangkat rumah pintar. Pasar tersebut padat, penuh produk mirip, dan sering bertarung lewat harga. Dengan memperkenalkan supercar roket, Dreame membuat mereknya terlihat lebih besar daripada sekadar pembuat alat kebersihan.
Publik yang melihat Nebula NEXT 01 JET Edition mungkin akan lebih mudah mengingat nama Dreame. Dalam jangka pendek, efeknya bisa muncul pada pemberitaan, percakapan media sosial, pencarian merek, dan ketertarikan investor. Ini bisa menjadi sumber cuan tidak langsung meski mobilnya belum masuk showroom.
Membuka Ruang Mitra dan Investasi
Supercar konsep juga dapat menjadi magnet untuk mitra teknologi. Sensor, baterai, perangkat lunak, material ringan, manufaktur, dan pembiayaan menjadi bidang yang membutuhkan kerja sama besar. Rencana Dreame membangun pabrik di pinggiran Berlin bersama dukungan finansial yang dikaitkan dengan BNP Paribas menunjukkan bahwa perusahaan ingin membawa proyek ini ke panggung lebih luas.
Jika proyek berjalan, Dreame bisa mendapat nilai dari banyak sisi, mulai dari penjualan kendaraan, lisensi teknologi, pasokan komponen, sampai ekosistem perangkat pintar yang terhubung dengan mobil.
Supercar Roket dan Pasar Otomotif Global
Nebula NEXT 01 JET Edition menempatkan Dreame di antara percakapan besar tentang batas performa mobil listrik. Namun, pasar supercar bukan pasar yang mudah ditembus.
Konsumen Supercar Sangat Kritis
Pembeli supercar menilai lebih dari angka akselerasi. Mereka melihat reputasi merek, kualitas material, layanan purna jual, rasa berkendara, kemampuan sirkuit, ketahanan sistem, dan kelangkaan unit. Dreame belum memiliki jejak panjang di dunia otomotif, sehingga perusahaan harus bekerja lebih keras membangun kepercayaan.
Road and Track menulis bahwa belum ada klaim kecepatan puncak untuk Nebula NEXT 01 JET Edition dan detail sasis masih minim. Media itu juga mencatat Dreame menyebut teknologi steer by wire dan arsitektur sasis cerdas, tetapi banyak informasi teknis masih belum terbuka.
Regulasi Akan Menjadi Ujian Berat
Supercar dengan booster roket akan menghadapi pertanyaan besar dari regulator. Apakah sistem itu dapat dipakai di jalan umum. Apakah hanya aktif di lintasan. Bagaimana keamanan saat tabrakan. Bagaimana prosedur penyimpanan bahan bakar roket.
Tanpa jawaban tersebut, Nebula NEXT 01 JET Edition akan tetap menjadi konsep spektakuler. Namun, sebagai alat promosi, konsep ini sudah berhasil melakukan tugasnya. Ia membuat Dreame dibicarakan lintas industri.
Dari Sensasi ke Produk Nyata
Dreame kini berada pada tahap yang menentukan. Setelah perhatian global datang, perusahaan perlu menunjukkan bahwa teknologinya dapat bergerak dari panggung acara menuju pengujian nyata.
Pembuktian Harus Lewat Uji Terbuka
Klaim 0,9 detik, dorongan 100 kN, baterai solid state lebih dari 450 Wh per kg, dan LiDAR 4.320 line akan mendapat sorotan lebih tajam. Uji independen, video pengujian yang jelas, sertifikasi, serta data teknis lengkap akan menjadi bahan penilaian publik.
Tanpa pembuktian, Nebula NEXT 01 JET Edition akan dipandang sebagai atraksi teknologi. Dengan pembuktian, Dreame dapat memperoleh posisi baru sebagai penantang serius di kendaraan listrik performa tinggi.
Cuan Baru Tidak Hanya dari Penjualan Mobil
Sumber cuan Dreame dari Nebula NEXT 01 JET Edition tidak harus hanya berasal dari unit supercar. Nilai terbesar bisa datang dari perhatian publik, teknologi turunan, kerja sama sensor, baterai, sistem otonom, dan perluasan citra merek.
Mobil roket ini membuat Dreame masuk ke percakapan otomotif global. Dari perusahaan alat rumah tangga pintar, Dreame kini dibicarakan bersama merek mobil listrik dan supercar. Bagi perusahaan teknologi, perubahan persepsi seperti itu dapat menjadi modal bisnis yang sangat mahal.





