Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat terus mendoakan pemerintah agar mampu menjalankan tugas dengan baik. Pesan itu disampaikan ketika menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026 di Jawa Timur.
Di hadapan para kiai, ulama, pengurus Nahdlatul Ulama, dan pejabat pemerintah, Prabowo berbicara mengenai beratnya tanggung jawab seorang pemimpin. Ia menyadari keputusan pemerintah tidak selalu langsung dipahami seluruh masyarakat, terlebih ketika kebijakan menyentuh kepentingan ekonomi yang besar.
Prabowo kemudian mengajak rakyat memberikan kepercayaan kepada pemimpin yang telah menerima mandat melalui proses demokrasi. Ia meminta masyarakat tetap mengawasi, tetapi tidak mudah kehilangan keyakinan ketika pemerintah sedang menjalankan pekerjaan yang membutuhkan waktu.
Permintaan doa tersebut ditempatkan sebagai dukungan moral. Menurut Prabowo, seorang presiden dan jajaran pemerintah tetap mempunyai keterbatasan sehingga membutuhkan pertolongan Tuhan serta dukungan masyarakat.
Prabowo Berbicara di Hadapan Para Kiai
Pertemuan dengan para kiai memberikan ruang bagi Prabowo untuk menyampaikan pesan dalam suasana keagamaan. Ia menempatkan hubungan antara pemimpin dan ulama sebagai bagian penting dalam perjalanan bangsa.
Prabowo menilai ulama memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Mereka tidak hanya membimbing urusan keagamaan, tetapi juga memahami persoalan ekonomi, pendidikan, keluarga, dan kehidupan warga di tingkat bawah.
Karena itu, doa dari para ulama dinilai memiliki arti besar bagi jalannya pemerintahan. Presiden berharap para kiai ikut menjaga persatuan dan memberikan nasihat ketika pemerintah mengambil langkah yang dianggap belum tepat.
Prabowo juga menyampaikan penghargaan terhadap Nahdlatul Ulama. Organisasi tersebut dinilai mempunyai jaringan luas hingga desa dan telah lama bergerak dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat.
Kedekatan pemerintah dengan ulama tidak berarti semua kebijakan harus diterima tanpa kritik. Nasihat yang jujur tetap dibutuhkan agar kekuasaan tidak kehilangan arah.
Kalimat Percayalah kepada Pemimpinmu Menjadi Sorotan
Ucapan Prabowo yang meminta rakyat percaya kepada pemimpin segera menarik perhatian publik. Kalimat tersebut dapat dipahami sebagai permintaan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum diperiksa.
Pemerintah menghadapi banyak kritik mengenai ekonomi, pengelolaan sumber daya alam, anggaran, program sosial, dan kebijakan perusahaan negara. Sebagian kritik muncul berdasarkan data, sedangkan sebagian lainnya berkembang melalui kabar yang belum jelas.
Dalam keadaan seperti itu, Prabowo meminta masyarakat melihat pekerjaan pemerintah secara utuh. Ia ingin kebijakan dinilai dari hasil yang diberikan kepada rakyat, bukan hanya dari perdebatan yang muncul pada tahap awal.
Namun, kepercayaan publik tidak dapat dibangun hanya melalui seruan. Pemerintah harus menunjukkan keterbukaan, hasil kerja, serta kesediaan memperbaiki kesalahan.
Kepercayaan juga bukan penyerahan seluruh kewenangan tanpa pengawasan. Dalam negara demokrasi, rakyat berhak bertanya, mengkritik, dan meminta penjelasan kepada pemerintah.
“Kepercayaan kepada pemimpin akan tumbuh lebih kuat ketika setiap janji dapat diperiksa melalui pekerjaan yang nyata dan informasi yang terbuka.”
Doa Dipandang sebagai Kekuatan Moral
Prabowo beberapa kali meminta doa dalam berbagai kegiatan bersama masyarakat. Permintaan itu memperlihatkan cara Presiden menempatkan unsur spiritual dalam menjalankan tugas negara.
Doa dianggap memberi keteguhan ketika pemerintah menghadapi tekanan. Seorang pemimpin harus mengambil keputusan yang mungkin tidak menyenangkan semua pihak.
Kebijakan penertiban tambang, penghematan anggaran, perombakan perusahaan negara, dan pengawasan sumber daya dapat menimbulkan penolakan dari pihak yang merasa kehilangan keuntungan.
Dalam pidatonya, Prabowo berulang kali menyatakan tidak ingin mundur ketika berhadapan dengan kekuatan besar. Ia mengatakan keberanian tersebut tetap membutuhkan dukungan masyarakat.
Doa rakyat juga dapat dipahami sebagai pengingat bahwa kekuasaan harus digunakan secara bertanggung jawab. Pemimpin yang meminta doa perlu menunjukkan bahwa dirinya bekerja untuk kepentingan umum.
Presiden Menyinggung Kekayaan Indonesia
Salah satu bagian penting dalam pidato Prabowo adalah pembahasan mengenai kekayaan nasional. Ia menyatakan Indonesia memiliki sumber daya yang sangat besar, tetapi hasilnya belum seluruhnya dinikmati masyarakat.
Kekayaan itu mencakup tambang, perkebunan, laut, hutan, energi, serta aset perusahaan negara. Pengelolaan yang lemah dapat membuat penerimaan negara hilang atau hanya dinikmati kelompok tertentu.
Prabowo mengaku terkejut setelah mengetahui besarnya potensi kebocoran. Informasi yang diterima setelah menjadi presiden disebut memperlihatkan banyak persoalan yang sebelumnya tidak diketahui secara lengkap.
Ia kemudian menegaskan pemerintah akan memperbaiki pengelolaan tersebut. Kekayaan negara harus kembali digunakan untuk pendidikan, kesehatan, pangan, perumahan, dan pembukaan lapangan kerja.
Pernyataan itu juga menjadi dasar bagi langkah penertiban berbagai kegiatan ekonomi yang dianggap merugikan negara.
Pemerintahan Bersih Menjadi Syarat
Prabowo menempatkan pemerintahan yang bersih sebagai kunci agar kekayaan Indonesia dapat kembali kepada rakyat. Tanpa tata kelola yang baik, penerimaan besar tetap dapat hilang melalui korupsi dan penyalahgunaan kewenangan.
Presiden meminta pejabat menghemat anggaran dan menghindari pengeluaran yang tidak penting. Dana negara harus diprioritaskan untuk program yang langsung berhubungan dengan kebutuhan masyarakat.
Penghematan juga diarahkan kepada perjalanan dinas, kegiatan seremonial, rapat mahal, dan penggunaan fasilitas yang tidak mendukung pelayanan.
Namun, kebijakan penghematan perlu diterapkan secara terukur. Pemotongan anggaran tidak boleh mengganggu sekolah, rumah sakit, pelayanan administrasi, atau kegiatan ekonomi warga.
Pemerintah harus menjelaskan bagian mana yang dikurangi dan ke mana dana dialihkan. Tanpa penjelasan, kebijakan dapat memunculkan kebingungan di kementerian dan pemerintah daerah.
Pemimpin Diminta Tidak Menggunakan Jabatan untuk Diri Sendiri
Prabowo juga mengingatkan para pejabat bahwa jabatan merupakan amanah, bukan sarana memperkaya diri. Pesan tersebut diarahkan kepada seluruh tingkat pemerintahan.
Presiden, menteri, kepala daerah, dan pejabat lembaga negara mengelola uang serta aset yang berasal dari rakyat. Setiap keputusan mereka dapat memengaruhi kehidupan jutaan orang.
Ketika jabatan digunakan untuk kepentingan keluarga atau kelompok, kepercayaan masyarakat akan menurun. Pemerintah kemudian kesulitan meminta dukungan meskipun mempunyai program yang baik.
Prabowo meminta pejabat hidup lebih sederhana dan menunjukkan keberpihakan kepada rakyat kecil. Ia ingin anggaran negara tidak habis untuk kenyamanan penguasa.
Penegasan itu harus diikuti pengawasan yang kuat. Laporan kekayaan, pengadaan barang, konflik kepentingan, dan transaksi pejabat perlu dapat diperiksa.
Kepercayaan Tidak Menghapus Hak untuk Mengkritik
Permintaan Prabowo agar rakyat percaya kepada pemimpin dapat memunculkan perdebatan. Sebagian pihak melihatnya sebagai ajakan menjaga persatuan, sementara pihak lain mengingatkan pentingnya kritik.
Demokrasi membutuhkan keseimbangan antara kepercayaan dan pengawasan. Pemerintah memerlukan dukungan untuk menjalankan program, tetapi rakyat tetap berhak meminta pertanggungjawaban.
Kritik tidak selalu berarti permusuhan terhadap pemimpin. Masukan dapat membantu pemerintah menemukan kelemahan yang tidak terlihat dari dalam.
Pejabat perlu membedakan kritik berbasis data dengan tuduhan yang sengaja dibuat untuk menyesatkan. Keduanya tidak dapat diperlakukan sama.
Media, akademisi, organisasi masyarakat, dan parlemen mempunyai peran mengawasi pemerintah. Mereka harus bekerja dengan fakta dan memberi ruang bagi jawaban resmi.
NU Memiliki Posisi Penting bagi Pemerintah
Nahdlatul Ulama merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Jaringannya menjangkau pesantren, sekolah, universitas, rumah sakit, dan lembaga sosial.
Prabowo menilai NU mempunyai peran menjaga persatuan masyarakat di tengah perbedaan suku, budaya, dan pilihan politik.
Organisasi ini juga dikenal mempunyai hubungan kuat dengan kelompok masyarakat di pedesaan. Pemerintah dapat bekerja sama dalam bidang pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi umat.
Namun, kerja sama perlu dijaga agar tidak mengurangi kemandirian organisasi. NU tetap memiliki ruang memberikan kritik dan nasihat kepada pemerintah.
Hubungan antara ulama dan pemerintah akan lebih sehat apabila dibangun melalui keterbukaan serta penghormatan terhadap peran masing masing.
Persatuan Ulama dan Umara Kembali Ditekankan
Prabowo mengangkat pentingnya hubungan antara ulama dan umara. Ulama memberikan bimbingan moral, sedangkan umara memegang kewenangan untuk mengatur pemerintahan.
Keduanya perlu bekerja bersama ketika masyarakat menghadapi persoalan kemiskinan, pendidikan, radikalisme, kekerasan, dan ketimpangan ekonomi.
Persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan pendapat. Ulama tetap harus berani mengingatkan ketika pemerintah mengambil keputusan yang merugikan rakyat.
Pemimpin juga tidak boleh hanya mendekati ulama ketika membutuhkan dukungan. Hubungan harus dijaga melalui dialog yang teratur.
Nasihat keagamaan dapat membantu pejabat mengingat batas kekuasaan. Tidak ada jabatan yang berlangsung selamanya dan setiap keputusan memiliki pertanggungjawaban.
Program Rakyat Menjadi Ukuran Keberhasilan
Prabowo sering menyebut program pangan, pendidikan, kesehatan, dan perumahan sebagai prioritas pemerintah. Keberhasilan program tersebut akan menjadi dasar penilaian masyarakat.
Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu program terbesar. Pemerintah ingin memperbaiki asupan anak, ibu hamil, dan kelompok yang membutuhkan.
Sekolah Rakyat juga dikembangkan untuk memberi pendidikan kepada anak dari keluarga miskin. Pemerintah turut menjalankan perbaikan sekolah dan perluasan akses pembelajaran.
Di bidang kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis dan penguatan layanan daerah menjadi perhatian. Sementara pembangunan rumah diarahkan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah.
Seluruh program membutuhkan anggaran besar dan pengawasan ketat. Kualitas pelaksanaan akan menentukan apakah kepercayaan rakyat meningkat atau justru menurun.
Tabel Pesan Utama Prabowo kepada Masyarakat
| Pesan | Penjelasan |
|---|---|
| Mendoakan pemerintah | Dukungan moral agar pemimpin menjalankan amanah |
| Percaya kepada pemimpin | Memberi ruang bagi pemerintah bekerja |
| Tetap menjaga persatuan | Menghindari perpecahan akibat informasi yang belum jelas |
| Mengawasi kekayaan negara | Memastikan sumber daya digunakan bagi rakyat |
| Mendorong pemerintahan bersih | Mengurangi korupsi dan pemborosan |
| Membela rakyat kecil | Menempatkan kebutuhan dasar sebagai prioritas |
| Menjaga hubungan ulama dan umara | Memperkuat nasihat moral dalam pemerintahan |
Tantangan Ekonomi Menguji Kepercayaan Publik
Permintaan kepercayaan disampaikan ketika masyarakat menghadapi berbagai tekanan ekonomi. Harga kebutuhan, pekerjaan, nilai tukar, dan daya beli menjadi perhatian banyak keluarga.
Rakyat akan menilai pemerintah berdasarkan perubahan yang mereka rasakan. Angka pertumbuhan saja belum cukup jika kesempatan kerja sulit dan biaya hidup terus meningkat.
Pemerintah perlu memastikan kebijakan ekonomi menyentuh kelompok bawah. Bantuan sosial harus tepat sasaran, sedangkan penciptaan kerja tidak boleh hanya menjadi janji.
Usaha kecil membutuhkan akses pembiayaan, pasar, dan kepastian aturan. Petani memerlukan harga yang layak serta pupuk yang tersedia.
Dalam keadaan sulit, komunikasi pemerintah harus jujur. Masyarakat lebih mudah menerima kebijakan berat apabila alasan dan tujuannya dijelaskan secara terbuka.
Informasi Pemerintah Harus Mudah Diperiksa
Kepercayaan tidak dapat dipisahkan dari informasi. Pemerintah perlu menyampaikan data mengenai anggaran, pencapaian program, dan kendala yang dihadapi.
Pernyataan pejabat harus menggunakan angka yang konsisten. Perbedaan informasi antarkementerian dapat menimbulkan kebingungan dan kecurigaan.
Publik juga membutuhkan saluran untuk menyampaikan pengaduan. Laporan mengenai pelayanan buruk, korupsi, atau penyalahgunaan bantuan harus ditanggapi.
Keterbukaan tidak berarti seluruh informasi negara diumumkan tanpa batas. Data yang berkaitan dengan keamanan dan privasi tetap perlu dilindungi.
Namun, informasi mengenai penggunaan anggaran publik seharusnya tersedia dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat.
“Pemimpin yang meminta kepercayaan perlu membuka ruang agar rakyat dapat melihat alasan, proses, dan hasil dari setiap kebijakan penting.”
Kabinet Diminta Bekerja Lebih Disiplin
Prabowo beberapa kali mengingatkan anggota Kabinet Merah Putih agar bekerja cepat dan tidak terjebak pada kebiasaan birokrasi yang lambat.
Menteri diminta turun ke lapangan untuk memahami persoalan. Laporan di meja tidak selalu menggambarkan keadaan yang dialami warga.
Koordinasi antarkementerian juga harus diperkuat. Banyak program gagal berjalan karena aturan satu lembaga tidak sejalan dengan lembaga lain.
Presiden meminta pejabat tidak saling melempar tanggung jawab. Ketika masalah muncul, pemerintah harus memberi penyelesaian yang jelas.
Disiplin tersebut akan menjadi ujian bagi seruan kepercayaan. Rakyat akan melihat apakah arahan presiden benar benar dilaksanakan hingga tingkat pelayanan terendah.
Dukungan Rakyat Tidak Boleh Dianggap Otomatis
Prabowo memperoleh mandat melalui Pemilihan Presiden 2024. Mandat tersebut memberi kewenangan menjalankan pemerintahan selama lima tahun.
Namun, dukungan politik tidak bersifat tetap. Kepercayaan dapat naik atau turun berdasarkan kebijakan serta perilaku pejabat.
Pemerintah perlu menjaga hubungan dengan masyarakat melalui pelayanan, bukan hanya pidato. Kesulitan warga harus mendapat jawaban nyata.
Kelompok yang berbeda pilihan politik juga tetap mempunyai hak yang sama. Pemerintah tidak boleh hanya melayani pendukungnya.
Presiden adalah pemimpin seluruh warga negara. Prinsip ini penting agar ajakan percaya tidak berubah menjadi pembelahan antara pendukung dan pengkritik.
Doa Rakyat Menjadi Pengingat bagi Kekuasaan
Permintaan doa dapat menjadi pengingat bahwa seorang presiden tidak bekerja sendirian. Pemerintah membutuhkan aparatur yang jujur, parlemen yang mengawasi, hukum yang adil, dan masyarakat yang aktif.
Doa juga membawa tanggung jawab moral. Pemimpin yang didoakan rakyat harus berusaha menjaga kepercayaan tersebut melalui tindakan.
Prabowo menegaskan dirinya ingin meninggalkan hasil yang dapat dirasakan masyarakat. Ia menyebut kekayaan Indonesia harus digunakan untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan.
Keinginan itu akan diuji melalui pelaksanaan kebijakan. Masyarakat menunggu apakah kebocoran dapat dihentikan dan pelayanan benar benar membaik.
Seruan percaya kepada pemimpin pada akhirnya tidak hanya ditujukan kepada rakyat. Pesan tersebut juga menjadi beban bagi pemerintah untuk membuktikan bahwa kepercayaan itu layak diberikan.





