Gedung Bapenda DKI Hangus di Lantai Atas, Area Masih Disterilkan Kondisi Gedung Badan Pendapatan Daerah DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis Nomor 66, Gambir, Jakarta Pusat, terlihat memprihatinkan setelah kebakaran besar melanda bangunan tersebut pada Jumat malam, 7 Agustus 2026. Hingga Sabtu pagi, petugas pemadam masih berada di dalam gedung untuk mencari titik panas yang tersisa, sementara kepolisian menjaga area sekitar agar masyarakat tidak mendekati bangunan.
Bagian lantai atas terlihat menghitam dan mengalami kerusakan berat. Dari kejauhan, beberapa bagian bahkan tampak hanya menyisakan kerangka. Puing bangunan masih sempat berjatuhan dan asap tipis sesekali terlihat keluar dari area yang sebelumnya terbakar. Kondisi tersebut membuat proses penanganan belum dapat dinyatakan selesai hanya karena kobaran api utama sudah berhasil dikuasai.
Sterilisasi yang dilakukan aparat dalam kejadian ini berkaitan dengan pengamanan lokasi. Polisi membentuk perimeter untuk memastikan masyarakat tidak masuk ke area berbahaya, memberi ruang kepada petugas pemadam, serta menjaga jalur bagi kendaraan penyelamatan.
Kebakaran Menghanguskan Enam Lantai Bagian Atas
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta Bayu Meghantara memastikan area yang terbakar berada mulai lantai 11 sampai lantai 16. Enam lantai tersebut berada di bagian atas gedung sehingga proses pemadaman membutuhkan peralatan khusus serta penempatan personel di dalam bangunan.
Petugas harus mempertahankan posisi di lantai 10 agar api tidak turun dan menjalar ke bagian bangunan lainnya. Strategi tersebut membuat pemadaman tidak hanya berpusat pada bagian yang terlihat menyala dari luar.
Kebakaran pada gedung tinggi mempunyai tantangan berbeda dibandingkan bangunan satu atau dua lantai. Sumber air harus dapat mencapai titik yang tinggi, petugas membutuhkan akses vertikal, sementara asap dapat memenuhi tangga dan koridor yang menjadi jalur menuju lokasi api.
Pada saat yang sama, material yang terbakar dapat jatuh dari ketinggian. Keadaan itulah yang membuat masyarakat di sekitar gedung berulang kali diminta menjauh.
Gedung Terlihat Seperti Menyisakan Kerangka
Pantauan pada Sabtu pagi memperlihatkan kerusakan paling jelas pada bagian yang terkena kobaran besar. Permukaan luar gedung menghitam, sementara bagian dalam sejumlah lantai terlihat hangus.
Beberapa sisi yang sebelumnya tertutup material bangunan kini terlihat terbuka. Struktur tertentu masih berdiri, tetapi lapisan luar dan komponen di sekitarnya mengalami kerusakan berat. Puing juga masih terlihat jatuh ketika petugas melakukan pemeriksaan.
Situasi tersebut menjadi alasan area di bawah bangunan tidak dapat segera dibuka kepada umum.
Material setelah kebakaran dapat kehilangan kekuatan akibat paparan temperatur tinggi. Kaca, panel dinding, plafon, rangka tambahan, instalasi, serta berbagai komponen interior dapat terlepas setelah api padam.
Karena itu, kondisi visual gedung tidak cukup untuk menentukan apakah bangunan sudah aman dimasuki. Pemeriksaan teknis tetap diperlukan setelah pekerjaan pemadam selesai.
“Menurut penulis, fase setelah api padam sama pentingnya dengan pemadaman. Gedung tinggi yang baru terbakar masih menyimpan risiko dari panas, asap, puing, hingga bagian bangunan yang kekuatannya perlu diperiksa.”
Pendinginan Berlanjut Sampai Sabtu Pagi
Kobaran utama berhasil dikendalikan setelah proses pemadaman berlangsung selama beberapa jam. Bayu mengatakan tahap pendinginan mulai dilakukan sekitar pukul 01.53 WIB pada Sabtu dini hari. Laporan kebakaran sendiri diterima petugas pada Jumat malam sekitar pukul 21.30 WIB.
Namun, memasuki pagi hari, pekerjaan belum berhenti.
Perwira Piket Gulkarmat Jakarta Pusat Karnawan mengatakan petugas melakukan overhaul untuk mencari bagian yang masih menyimpan hawa panas. Langkah tersebut dilakukan agar tidak ada bara tersembunyi yang kembali menimbulkan api.
Sekitar pukul 09.00 WIB, masih terdapat 24 unit kendaraan pemadam di lokasi. Jumlah itu sudah berkurang dibandingkan 35 unit yang dikerahkan selama penanganan sebelumnya.
Petugas masuk ke berbagai bagian gedung sambil memeriksa titik panas. Pemeriksaan harus dilakukan secara teliti karena bara dapat tersembunyi di balik plafon, material interior, tumpukan barang, atau bagian konstruksi tertentu.
Angin Membuat Api Sempat Kembali Membesar
Proses pemadaman tidak berlangsung mudah. Selain posisi kebakaran yang tinggi, petugas menghadapi tiupan angin yang membuat api beberapa kali kembali membesar.
Bayu menjelaskan hembusan angin cukup kuat dan menjadi salah satu faktor munculnya kembali kobaran di sejumlah bagian. Situasi seperti ini membuat petugas harus tetap menjaga lantai yang telah disiram agar api tidak kembali berkembang.
Api yang membakar material pada bagian luar gedung juga lebih mudah dipengaruhi aliran udara. Ketika angin masuk melalui bagian bangunan yang telah rusak, suplai oksigen dapat membantu bara kembali menyala.
Kondisi tersebut menjelaskan mengapa proses pendinginan berlangsung panjang meskipun dari luar api besar sudah tidak terlihat.
Petugas tidak dapat meninggalkan lokasi sebelum memastikan suhu pada bagian yang terbakar turun dan tidak ditemukan sumber panas yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.
Tiga Bronto Skylift Dikerahkan ke Lokasi
Untuk menjangkau lantai atas, Dinas Gulkarmat DKI mengerahkan tiga unit Bronto Skylift. Kendaraan ini dilengkapi tangga dan platform hidrolik yang dapat menjangkau titik tinggi pada bangunan.
Keberadaan Bronto Skylift menjadi penting karena kebakaran berada sampai lantai 16.
Penyemprotan dari bawah dengan kendaraan pemadam biasa mempunyai keterbatasan ketika titik api berada jauh di atas permukaan jalan. Bronto memungkinkan petugas mendapatkan posisi yang lebih dekat dengan bagian bangunan yang terbakar.
Selain tiga unit tersebut, sebanyak 185 personel Gulkarmat dilibatkan dalam operasi. Sebagian bekerja dari luar, sementara tim lainnya masuk ke gedung untuk mencegah perambatan dan melakukan pemeriksaan langsung.
Jumlah personel yang besar menunjukkan luasnya area yang perlu ditangani. Kebakaran tidak hanya berada pada satu ruangan, tetapi mencakup sejumlah lantai.
Seorang Pekerja Dievakuasi dari Lantai 15
Di tengah proses pemadaman, petugas menemukan seorang pria di lantai 15 dan berhasil mengevakuasinya keluar dari gedung.
Bayu menyebut pria tersebut diduga merupakan pekerja. Setelah berhasil dibawa keluar, ia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan serta perawatan lebih lanjut.
Bayu sempat memeriksa saturasi korban dan menyatakan kondisinya terlihat aman saat proses awal setelah evakuasi.
Polisi masih mendalami status serta kegiatan pekerja tersebut saat kebakaran terjadi. Informasi yang berkembang menyebut terdapat pekerjaan renovasi di dalam gedung, tetapi setiap keterangan tetap harus dicocokkan dengan pemeriksaan saksi.
Keberhasilan evakuasi tersebut menjadi bagian penting dalam operasi karena lantai 15 termasuk area yang terkena kebakaran.
Sampai Sabtu pagi, belum ada laporan resmi mengenai korban meninggal dalam kejadian ini.
Titik Awal Diduga Berada di Lantai 11
Penyebab kebakaran belum dinyatakan secara resmi. Kepolisian baru memperoleh informasi awal bahwa api diduga bermula dari lantai 11.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Elisa Partomuan Hutagalung mengatakan terdapat keterangan bahwa lantai 11 sedang menjalani renovasi ketika kebakaran terjadi. Meski demikian, informasi tersebut belum menjadi hasil akhir penyelidikan.
Menentukan titik awal tidak otomatis menjelaskan penyebab kebakaran.
Penyidik masih harus mencari sumber panas pertama, benda yang terbakar, instalasi di sekitar titik tersebut, aktivitas pekerja, serta kondisi sebelum api muncul.
Karena itu, polisi tidak langsung menyatakan renovasi sebagai penyebab. Lantai yang sedang diperbaiki baru menjadi salah satu lokasi yang diperiksa lebih mendalam.
Puslabfor Mulai Dilibatkan
Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri diterjunkan untuk membantu mencari sumber serta penyebab kebakaran.
Tim forensik nantinya dapat memeriksa sisa material, pola penjalaran api, instalasi listrik, dan berbagai petunjuk lain yang masih tersedia setelah lokasi dinyatakan aman untuk pemeriksaan.
Pekerjaan Puslabfor baru dapat dilakukan secara optimal setelah petugas pemadam menyatakan area tertentu cukup aman.
Air dari proses pemadaman, material yang runtuh, serta kerusakan berat dapat membuat pencarian titik awal menjadi lebih sulit. Karena itu, dokumentasi kondisi lokasi dan keterangan saksi mempunyai peran besar.
Polisi juga harus membedakan bagian yang mengalami kerusakan akibat sumber api langsung dengan bagian yang terbakar setelah api menjalar.
Sepuluh Saksi Sudah Dimintai Keterangan
Polisi telah melakukan pemeriksaan awal terhadap sedikitnya 10 saksi yang mengetahui kejadian tersebut.
Reynold mengatakan pemeriksaan akan dilanjutkan terhadap orang lain, termasuk pegawai Bapenda dan pihak yang mengetahui kondisi gedung sebelum api membesar.
Keterangan para saksi dibutuhkan untuk menyusun urutan kejadian.
Penyidik antara lain perlu mengetahui kapan bau terbakar atau asap pertama terlihat, lokasi awal kemunculan api, pekerjaan yang sedang berlangsung, orang yang berada di gedung, serta kondisi peralatan listrik pada saat kejadian.
Rekaman kamera pengawas juga dapat menjadi bahan pemeriksaan apabila perangkat dan penyimpanannya masih dapat diakses.
Tidak tertutup kemungkinan jumlah saksi bertambah seiring penyelidikan berjalan.
Polisi Mensterilkan Area Sekitar Gedung
Direktorat Samapta Polda Metro Jaya mengerahkan 72 personel secara khusus untuk membantu pengamanan lokasi. Tugas mereka antara lain melakukan sterilisasi area, membuat perimeter pengamanan, serta membantu memastikan jalur petugas pemadam tidak terganggu.
Sterilisasi dalam hal ini bukan penyemprotan bahan tertentu ke gedung, melainkan pembatasan akses terhadap orang yang tidak berkepentingan.
Langkah tersebut dibutuhkan karena puing masih dapat jatuh dari lantai atas.
Warga yang mendekati bangunan untuk melihat kondisi kebakaran dapat berisiko terkena material. Kerumunan juga dapat menghambat kendaraan pemadam, ambulans, serta tim penyelidik.
Aparat kemudian menjaga titik akses agar hanya petugas yang berkepentingan dapat memasuki area tertentu.
Jalan Abdul Muis Ditutup Sementara
Pengamanan tidak hanya dilakukan tepat di halaman gedung. Polisi juga menutup Jalan Abdul Muis untuk memberi ruang kepada operasi pemadaman dan pendinginan.
Akses dari arah Harmoni maupun Budi Kemuliaan sempat ditutup. Kapolres meminta masyarakat menggunakan jalur lain dan tidak mendekati lokasi.
Penutupan diperlukan karena kendaraan pemadam membutuhkan posisi serta ruang manuver di sekitar gedung.
Selang air, mobil tangga, kendaraan komando, ambulans, serta kendaraan kepolisian juga menggunakan sebagian area jalan.
Polisi menyatakan penutupan dilakukan sampai pekerjaan pemadaman dan pendinginan dapat diselesaikan.
Pengguna kendaraan yang biasa melintasi Abdul Muis diminta menyesuaikan perjalanan selama pengamanan masih diberlakukan.
Ratusan Personel Gabungan Berada di Sekitar Lokasi
Selain petugas Gulkarmat, aparat kepolisian dan TNI turut berada di sekitar gedung.
Data yang disampaikan kepada media menyebut Polda Metro Jaya menyiagakan 125 personel, sementara Kodim 0501 Jakarta Pusat mengerahkan 50 personel. Mereka membantu menjaga perimeter, akses kendaraan pemadam, jalur evakuasi, serta kesiapan ambulans.
Pengamanan dalam jumlah besar juga diperlukan karena lokasi gedung berada di kawasan pusat Jakarta dengan aktivitas kendaraan yang tinggi.
Petugas tidak hanya harus memastikan keselamatan di dalam gedung, tetapi juga mengendalikan keadaan di permukaan jalan.
Ketika material sempat berjatuhan dari atas, perimeter keselamatan menjadi semakin penting.
“Area kosong di sekitar gedung bukan tanda penanganan sudah berhenti. Justru pembatasan tersebut memberikan ruang bagi petugas untuk bekerja tanpa harus menghadapi risiko tambahan dari kerumunan.”
Puing Masih Berjatuhan Saat Pendinginan
Salah satu alasan masyarakat belum diizinkan mendekati bangunan adalah kondisi puing.
Pada Jumat malam, material yang terbakar terlihat jatuh ketika api masih berkobar. Kejadian serupa masih terlihat pada Sabtu pagi ketika petugas melakukan pendinginan.
Puing yang jatuh dari lantai belasan memiliki energi besar ketika mencapai permukaan tanah.
Material yang terlihat ringan dari bawah sekalipun dapat membahayakan orang di sekitar gedung. Belum lagi apabila bagian yang jatuh terdiri dari kaca, logam, panel bangunan, atau material keras lainnya.
Karena itu, pembukaan kembali area tidak hanya bergantung pada keberadaan api.
Petugas harus memastikan tidak ada komponen bangunan yang mudah terlepas sebelum aktivitas normal di sekitar titik tersebut dapat berlangsung.
Pemeriksaan Struktur Menjadi Tahap Penting Berikutnya
Setelah pendinginan selesai, kondisi struktur bangunan menjadi persoalan yang harus diperiksa lebih lanjut.
Api pada enam lantai bagian atas dapat memberikan paparan temperatur tinggi terhadap berbagai elemen gedung. Tingkat kerusakan tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan warna hitam pada dinding atau kondisi interior yang hangus.
Inspeksi teknis diperlukan untuk melihat bagian struktur utama, sistem kelistrikan, lift, tangga, saluran utilitas, jaringan air, serta berbagai fasilitas keselamatan gedung.
Bagian yang tampak utuh belum tentu dapat langsung digunakan.
Sebaliknya, kerusakan berat pada interior juga tidak otomatis berarti seluruh gedung harus dibongkar. Keputusan harus dibuat berdasarkan hasil pemeriksaan ahli setelah area aman.
Hingga Sabtu pagi, fokus petugas masih berada pada pendinginan dan penyelidikan awal sehingga belum ada keputusan resmi yang diumumkan mengenai kelayakan penggunaan kembali seluruh gedung.
Kantor Bapenda Berada di Jalan Abdul Muis Nomor 66
Situs resmi Bapenda DKI mencantumkan kantor badan tersebut di Jalan Abdul Muis Nomor 66, Gambir, Jakarta Pusat. Lokasi ini menjadi pusat berbagai kegiatan administrasi dan pengelolaan pendapatan daerah.
Bapenda mempunyai tugas berkaitan dengan pengelolaan pajak daerah dan penerimaan daerah lainnya.
Meski gedung mengalami kebakaran besar, banyak layanan perpajakan DKI pada saat ini juga telah menggunakan sistem digital serta jaringan unit pelayanan lain.
Bapenda menyediakan berbagai saluran informasi, termasuk situs resmi, layanan daring, pusat panggilan 1500 177, serta kanal komunikasi resmi bagi wajib pajak.
Namun, masyarakat tetap perlu menunggu pengumuman resmi apabila terdapat perubahan pelayanan tatap muka akibat kondisi bangunan.
Data dan Arsip Ikut Menjadi Perhatian
Kebakaran kantor pemerintahan juga menimbulkan pertanyaan mengenai dokumen dan perangkat yang berada di dalam ruangan.
Pada lembaga yang mengelola pendapatan, keberadaan arsip, komputer, perangkat jaringan, dan berbagai dokumen administrasi merupakan bagian penting kegiatan sehari hari.
Belum ada keterangan resmi pada Sabtu pagi mengenai kondisi arsip maupun perangkat Bapenda yang berada di lantai terbakar.
Karena itu, belum dapat dipastikan berapa banyak barang atau fasilitas kantor yang mengalami kerusakan.
Pemeriksaan inventaris biasanya baru dapat dilakukan setelah petugas menyatakan lokasi aman dimasuki.
Petugas terkait kemudian dapat memisahkan perangkat yang masih dapat digunakan, barang yang rusak, dokumen yang perlu dipulihkan, serta fasilitas yang harus diganti.
Penyebab Api Tidak Boleh Disimpulkan Terlalu Cepat
Informasi mengenai renovasi di lantai 11 menjadi petunjuk penting, tetapi belum dapat digunakan untuk menyatakan penyebab kebakaran.
Puslabfor masih harus melakukan pemeriksaan dan polisi masih mengumpulkan keterangan saksi.
Sumber kebakaran gedung dapat berasal dari banyak kemungkinan, mulai dari gangguan instalasi listrik, peralatan kerja, sumber panas, material mudah terbakar, hingga sebab lain.
Setiap kemungkinan harus dibuktikan melalui kondisi lokasi.
Proses pemeriksaan juga perlu melihat apakah sistem deteksi kebakaran bekerja, bagaimana alarm berfungsi, jalur evakuasi yang tersedia, serta respons ketika api pertama kali diketahui.
Informasi tersebut penting bukan hanya untuk menentukan sumber kejadian, tetapi juga untuk mengetahui bagaimana api dapat menjalar sampai enam lantai.
Gedung Belum Bisa Kembali Digunakan Seperti Biasa
Dengan kondisi bagian atas hangus, pendinginan masih berjalan, puing sempat berjatuhan, serta pemeriksaan forensik belum selesai, gedung belum dapat diperlakukan seperti kantor yang siap kembali digunakan.
Area tertentu perlu tetap steril sampai petugas menyelesaikan pekerjaan keselamatan.
Setelah itu, tim teknis dapat memeriksa kelayakan setiap bagian secara bertahap. Ruang yang tidak terkena api sekalipun perlu diperiksa karena asap, air pemadaman, serta gangguan listrik dapat memengaruhi fasilitas di lantai lain.
Pemulihan juga harus memperhitungkan akses lift, tangga darurat, pasokan listrik, jaringan komunikasi, sistem pemadam, dan keamanan struktur.
Kapan pegawai dapat kembali bekerja dari gedung tersebut belum diumumkan secara resmi hingga Sabtu pagi.
Penyelidikan Akan Berjalan Setelah Lokasi Benar Benar Aman
Tahap berikutnya akan bergeser dari pemadaman menuju penyelidikan yang lebih mendalam.
Tim Puslabfor perlu memasuki titik yang diduga menjadi lokasi awal api. Polisi akan melanjutkan pemeriksaan saksi, sementara pengelola gedung dapat dimintai data mengenai renovasi serta kegiatan yang berlangsung pada Jumat malam.
Petugas juga perlu memeriksa bagian lantai 11 yang disebut sedang diperbaiki sebelum kebakaran. Keterangan pekerja yang berhasil dievakuasi dari lantai 15 dapat menjadi salah satu informasi penting ketika kondisi kesehatannya memungkinkan untuk dimintai keterangan.
Sampai proses tersebut selesai, area Gedung Bapenda DKI di Jalan Abdul Muis masih menjadi lokasi penanganan darurat dan penyelidikan. Petugas tetap mengutamakan pencarian titik panas, pengamanan puing, serta pembatasan akses agar pemeriksaan penyebab kebakaran dapat dilakukan tanpa menambah risiko bagi masyarakat maupun personel di lapangan.





